ads here

Korban Hilang Dimakan Buaya - Kalteng

advertise here
Jumat, 5 April 2019

Serangan Buaya dilakukan secara tiba-tiba tanpa disadari oleh warga


SAMPIT -Kejadian serangan buaya muara Sungai Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dirasakan makin ganas dan mengerikan oleh penduduk yang tinggal di Samuda, Pulau Hanaut, Teluk Sampit, dan desa sekitar tempat habitat buaya di Pulau Hanaut semenjak beberapa tahun terakhir. menyerupai dikutip di http://banjarmasin.tribunnews.com

Serangan Buaya muara tersebut biasanya dilakukan secara tiba-tiba tanpa disadari oleh warga, terutama pada ketika warga sedang melaksanakan kegiatan di pinggiran Sungai Mentaya pada subuh maupun ketika gelap menjelang malam.

Buaya yang memangsa sepertinya mendekat ke jamban atau pinggiran ketika hari mulai gelap atau subuh, sehingga ketika warga mengambil wudhu pada ketika ingin salat subuh atau magrib bahkan isya, ketika itulah buaya melaksanakan penyerangan.Berdasarkan keterangan warga setempat, tanggapan serangan buaya tersebut ada sebagian warga yang tangannya atau kakinya buntung tanggapan diserang buaya ini, tanggapan diserang buaya yang berasal dari Pulau Hanaut yang menyeberang ke daerah permukiman.



Informasi Buaya muara
Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) ialah jenis buaya terbesar di dunia. Dinamai demikian lantaran buaya ini hidup di sungai-sungai dan di bersahabat bahari (muara). Buaya ini juga dikenal dengan nama buaya air asin, buaya laut, dan nama-nama lokal lainnya. Dalam bahasa Inggris, dikenal dengan nama Saltwater crocodile, Indo-Australian crocodile, dan Man-eater crocodile. Nama umumnya, Man-eater="pemakan manusia", lantaran buaya ini populer pernah (dan sering) memangsa insan yang memasuki wilayahnya. Buaya ini tersebar di seluruh perairan dataran rendah dan perairan pantai di daerah tropis Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia (Indo-Australia). Panjang badan buaya ini (termasuk ekor) biasanya antara 2,5 hingga 3,3 meter, namun binatang arif balig cukup akal bisa mencapai 12 meter menyerupai yang pernah ditemukan di Sangatta, Kalimantan Timur. Bobotnya bisa mencapai 200 kg. Moncong spesies ini cukup lebar dan tidak punya sisik lebar pada tengkuknya. Buaya muara dikenal sebagai buaya yang jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Penyebarannya pun juga "terluas" di dunia. Buaya muara mempunyai wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri Lanka, Bangladesh, India) hingga perairan Polinesia (Kepulauan Fiji dan Vanuatu). Sedangkan habitat favorit untuk mereka ialah perairan Indonesia dan Australia. Buaya ini aktif pada siang dan malam hari. Buaya ini memangsa siapapun yang memasuki wilayahnya. Mangsanya ialah Ikan, Amfibi, Reptilia, Burung, dan Mamalia (termasuk mamalia besar). Buaya ini ialah salah satu dari buaya-buaya yang berbahaya bagi Manusia. Buaya muara bisa melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya. Bahkan bilamana kedalaman air melebihi panjang tubuhnya, buaya muara bisa melompat serta menerkam secara vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya. Buaya muara menyukai air payau/asin, oleh lantaran itu pula bangsa Australia menamakannya saltwater crocodile (buaya air asin). Selain terbesar dan terpanjang, Buaya Muara populer juga sebagai jenis buaya terganas di dunia. Buaya muara sangat berbahaya bagi manusia. Mereka ialah buaya pemangsa insan sejati. Seperti Buaya nil, buaya ini sering menyerang insan yang memasuki wilayahnya. Di Australia, tercatat ada 2 serangan buaya terhadap insan setiap tahunnya. Serangan buaya terhadap insan juga dilaporkan dari Kalimantan, Sumatra, India timur, Andaman, dan Myanmar.

Click to comment